Sabtu, 28 Oktober 2017

Peran Pemuda dalam Perubahan Indonesia yang Lebih Baik


Peran Pemuda sebagai Agen Perubahan (Agent of Change)



              Bung Karno pernah berkata “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan Dunia”. Saat pertama kali mendengar pidato Bung Karno ini, pastilah muncul pertanyaan, apakah mungkin, dan bagaimana caranya hanya dengan 10 pemuda bisa mengguncangkan dunia. Jika direnungkan dan direfleksikan, maka sejatinya jumlah besar saja tidaklah cukup untuk bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju serta diperhitungkan di kancah dunia. “Bung Karno tidak perlu menunggu bonus demografi untuk bisa memberikan kehormatan yang layak bagi bangsa dan negaranya. Bung Karno hanya membutuhkan pemuda-pemudi unggul yang memiliki kualitas dan visi yang besar dalam menatap dunia,” demikian amanat Imam Nahrawi. Dari beberapa pemaparan tersebut, penulis merasa tertarik untuk mengupas lebih jauh tentang peran pemuda. Pemuda diyakini dapat membawa perubahan bagi Bangsa Indonesia, agar menjadi lebih baik. Sekarang ini banyak ditemukan penyimpangan para penguasa daerah dan redupnya semangat pemuda. Maka dari itu, penulis merasa pentingnya memaparkan kembali peran yang dapat dilakukan pemuda, salah satunya yaitu sebagai agen perubahan, beserta langkah-langkah pendukungnya. Agar pemuda Indonesia sadar akan perannya yang sangat penting.
            Sebelum membahas peran pemuda, akan dipaparkan terlebih dahulu definisi dari pemuda. Undang-Undang baru tentang Kepemudaan, mendefinisikan pemuda sebagai : “Warga Negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan, yang berusia 16 sampai 30 tahun.” (UU No. 40 Tahun 2009, Pasal 1.1). Pada fase ini, sangat ideal bagi seseorang untuk melakukan apapun dalam hidupnya dan dapat dengan maksimal mengeksplor kemampuannya. Pemuda digambarkan sebagai sosok manusia yang mempunyai semangat tinggi, berenergi dan berintelektualitas sesuai dengan perkembangan zaman, serta ia memiliki peran cukup besar dalam sebuah peradaban yang besar. Sehingga, untuk membangun peradaban yang besar, perlulah terlebih dahulu menyiapkan pemudanya sebagai kader perubahan yang berkualitas. Sedangkan, agen perubahan yang dimaksudkan disini ialah, perantara atau penyalur dari suatu ide perubahan dari keadaan buruk menuju keadaan yang lebih baik, idealnya misi ini dijalankan oleh pemuda, karena keadaan jiwa raganya yang masih optimal. Langkah-langkah pendukung terlaksananya peran pemuda sebagai agen perubahan perlu dilakukan, guna tercapainya misi perubahan. Langkah pertama, adalah menyadarkan pemuda akan perannya sebagai agen perubahan. Langkah kedua, adalah membimbing dan menyiapkan pemuda sebagai kader perubahan. Langkah ketiga, adalah aksi nyata. Dengan langkah-langkah tersebut niscaya akan melahirnya pemuda yang berjiwa kepemimpinan, berkualitas, mampu mengemban amanah dan bertanggung jawab.
            Memasuki langkah yang pertama, yaitu menyadarkan pemuda akan perannya dimasyarakat. Telah diketahui bahwa, salah satu peran pemuda adalah menjadi agen perubahan. Mengapa demikian, karena pemuda memiliki potensi yang diperlukan untuk melakukan sebuah gerakan penggebrak. Pemuda mampu membuat reformasi dari keadaan yang begitu menyengsarakan rakyat menuju keadaan yang lebih baik. Peran ini dapat dilihat dari potret pemuda yang berperan aktif sebagai ujung tombak dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, hingga mengantarkan bangsa dan negara Indonesia kepada kemerdekaan. Dari sejarah tersebut, lahir Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang merupakan tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan bangsa Indonesia. Isi Sumpah Pemuda hasil Kongres Pemuda Kedua adalah sebagai berikut :
1.       Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah yang Satu, Tanah Indonesia.
2.       Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa yang Satu, Bangsa Indonesia.
3.       Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia.
Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Setelah itu, lahirnya era Reformasi pada tahun 1998 juga menjadi sejarah gerakan pemuda, karena adanya dorongan dan aksi demonstrasi dari mahasiswa yang merupakan pemuda yang kritis, serta menjunjung tinggi kebenaran, sehingga dapat melengserkan Pemerintahan Orde Baru.
            Langkah kedua, adalah membimbing dan menyiapkan pemuda sebagai kader perubahan yang cerdas, berani, berjiwa kepemimpinan, berbudi luhur, berakhlak mulia, beriman dan bertakwa. Dalam pembaruan dan pembangunan suatu bangsa, pemuda mempunyai fungsi dan peran yang begitu penting dan strategis, sehingga perlu adanya pengembangan potensi dan perannya melalui penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan sebagai bagian dari pembangunan Nasional. Langkah ini dapat dilakukan sejak dini dengan menyediakan suatu wadah berupa pendidikan formal maupun nonformal guna melatih hard skill, dan membuat organisasi yang berbasis kepemudaan, guna melatih soft skill yang ada pada pemuda maupun pemudi. Didalam organisasi, pemuda akan dilatih bersosialisasi, berbicara didepan umum, menjadi panitia dalam suatu acara dan dilatih bertanggung jawab akan tugasnya, baik sebagai ketua, pengurus, maupun anggota. Suatu organisasi juga harus mengadakan bimbingan moral dan akhlak, agar pemuda tidak melupakan jati dirinya sebagai makhluk yang bermoral dan beragama.
            Langkah ketiga, adalah aksi nyata. Pemuda maupun pemudi yang sudah sadar dan telah dibimbing dalam suatu wadah, hendaknya melahirkan suatu aksi nyata, dimana aksi ini dapat berupa aspirasi yang disuarakan, karya yang bermanfaat, aksi solidaritas, prestasi yang membanggakan dan lain sebagainya. Dalam diri pemuda juga harus telah tertanam jiwa kebaikan, karena suatu perubahan untuk merubah sesuatu menjadi lebih baik itu harus dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Maka suatu saat akan terpancarlah cahaya kebaikan yang akan menginspirasi pemuda maupun pemudi lainnya. Apabila para pemuda sudah bersatu dengan satu hati, satu pikiran dan satu tujuan, maka akan tercipta suatu gerakan perubahan yang sangat mendasar bagi bangsa Indonesia. Suara kritis pemuda sebagai mahasiswa juga sangat diperlukan untuk mengawal jalannya pemerintahan suatu Negara, karena pemuda adalah warga Negara yang akan merasakan dampak langsung dari suatu kebijakan pemerintah, dan mempunyai kemampuan untuk menkritik dengan intelektualnya yang tinggi, apabila kebijakan pemerintah itu tidak sesuai atau menyengsarakan rakyat, maupun dirinya secara pribadi.
            Pemuda adalah generasi penerus bangsa, dimana pemudalah yang akan mengganti posisi pemimpin-pemimpin bangsa dimasa yang akan datang. Akan sangat berbeda hasilnya jika sejak dini para pemuda telah ditanamkan kesadaran akan perannya dimasyarakat. Sebagai contoh, pemuda yang pertama sebut saja X, saat muda sering dimanja dengan harta, egois, malas beribadah, berprilaku tidak jujur dan suka mencontek. Maka dapat dipastikan saat dia dewasa akan menjadi seseorang yang tidak bertanggung jawab, boros, dan bisa saja terjadi perilaku korupsi, karena ingin mendapatkan kekayaan secara instan. Berbeda dengan pemuda yang kedua, sebut saya Y, saat muda sudah dilatih mandiri, rajin beribadah, suka menghargai, sopan, jujur dan bertanggung jawab akan tugasnya. Maka dapat dipastikan saat dewasa ia akan menjadi pemimpin yang bijaksana dan bertanggung jawab.
            Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa, salah satu peran pemuda yaitu sebagai agen perubahan, dimana pemuda adalah warga negara yang memiliki rentang umur 16-30 tahun. Agen perubahan yang dimaksudkan disini ialah, penyalur dari suatu ide perubahan dari keadaan terpuruk menuju keadaan yang lebih baik. Langkah-langkah pendukung terlaksananya peran pemuda sebagai agen perubahan perlu dilakukan dan bersinergi, guna tercapainya misi perubahan. Peran tersebut harus dijalankan pemuda dengan sungguh-sungguh sebagai genarasi penerus bangsa, karena apabila tidak ada yang memulai perubahan, maka Indonesia tidak akan maju. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Indonesia perlu kontribusi, bukan hanya janji.

Karya : Isnaini Siwi Handayani

0 komentar:

Posting Komentar